Pelestarian Tradisi Begawe Lombok

       TRADISI BEGAWE

    Pada perkembangannya, peristiwa budaya dengan kearifan lokal di dalamnya yang semula dilaksanakan karena tuntutan tradisi, pemenuhan kewajiban leluhur yang sudah dilakukan secara turun-temurun, tetapi kini mulai mengarah pada atraksi wisata yang berujung pada persoalan ekonomi. Tradisi begawe merupakan salah satu tradisi masyarakat suku Sasak yang masih dilestarikan sampai hari ini baik oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah sampai masyarakat kalangan menengah ke atas. 

       Dalam Bahasa Sasak halus, begawe disebut dengan istilah bekarye yang artinya bekerja dalam Bahasa Indonesia. Namun, begawe sendiri merupakan syukuran yang dilaksanakan oleh masyarakat Suku Sasak dalam merayakan sesuatu, seperti pernikahan dan khitanan. beberapa nilai budaya atau multikulturan values yang terlahir dari tradisi begawe ini patut untuk terus dilestarikan. Uniknya, pada tradisi begawe menggunakan sebutan-sebutan tertentu untuk membagi tugas, seperti Aman Gawe (orang yang mengontrol jalannya acara), Ran (tukang masak), Inan Nasiq (tukang menyajikan nasi), Aman Kupi (orang yang menyiapkan minuman seperti kopi dan minuman lainnya), dan sebutan-sebutan lainnya. Bahkan, tamu yang diundang juga mempunyai sebutan tersendiri, yaitu dipesilaq.
        Begawe juga, dapat dikatakan media untuk masyarakat saling silahturahmi dan menjaga solidaritas. Saat begawe, masyarakat berbondong-bondong menuju rumah pemilik gawe dengan membawa alat yang diperlukan. Masyarakat lainnya, meminjamkan alat yang dibutuhkan ke pemilik gawe. Hal itu, sebagai wujud persaudaraan yang kental dalam suku Sasak. Tingkat kemeriahan Begawe tentunya berbeda-beda. Tergantung pihak pemilik gawe. Terkadang ada juga, yang begawe dengan mengundang hiburan. Tujuannya, menghibur orang yang sedang bekerja pada malam hari agar tidak mengantuk.
        Upaya masyarakat dalam melestarikan yaitu dengan cara lebih memilih mengadakan begawe bersama dengan masyarakat lingkungan sekitar dibandingkan menggunakan cathering. Masyarakat lebih meilih begawe dikarenakan Upaya masyarakat dalam melestarikan yaitu dengan cara lebih memilih mengadakan begawe bersama dengan masyarakat lingkungan sekitar dibandingkan menggunakan cathering. Masyarakat lebih memilih begawe dikarenakan begawe dapat meningkatkan nilai-nilai kekeluargaan, mempertahankan tradisi budaya, dan memperkuat silahturahmi antara masyarakat sekitar maupun keluarga.

Pelaksanaan Tradisi Begawe

Pelaksanaan Begawe biasanya melibatkan seluruh anggota masyarakat. Berikut adalah tahapan umum dalam tradisi ini:
  1. Persiapan Awal:
    • Keluarga yang akan mengadakan acara (epe gawe) melakukan "pesilak", yaitu mengundang tetangga dan kerabat untuk membantu persiapan acara. Undangan disampaikan secara lisan sebagai bentuk penghormatan.
  2. Gotong Royong:
    • Selama beberapa hari sebelum acara, masyarakat berkumpul untuk melakukan persiapan bersama. Pekerjaan dibagi berdasarkan kemampuan; wanita biasanya bertugas memasak, sedangkan pria membantu dengan logistik seperti mendirikan tenda.
  3. Pelaksanaan Acara:
    • Pada hari H, semua orang berkontribusi sesuai tugas masing-masing. Suasana kebersamaan sangat terasa dengan semangat saling membantu tanpa mengharapkan imbalan finansial.
  4. Penyajian Makanan:
    • Makanan yang disiapkan selama proses Begawe disajikan kepada tamu undangan. Tamu yang datang sering kali membawa bahan makanan seperti beras atau mie sebagai kontribusi.
  5. Penutupan:
    • Setelah acara selesai, biasanya ada ungkapan terima kasih kepada semua yang telah membantu, menegaskan rasa syukur dan penghargaan terhadap kerja sama yang terjalin.

Nilai-Nilai dalam Tradisi Begawe

Tradisi Begawe memiliki berbagai nilai penting, antara lain:
  • Gotong Royong: Menjadi inti dari pelaksanaan Begawe, di mana setiap individu berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama.
  • Solidaritas Sosial: Menciptakan ikatan kuat antar anggota masyarakat dan mempererat hubungan antar keluarga.
  • Silahturahmi: Memperkuat tali persaudaraan dan komunikasi antar anggota komunitas.
  • Penghormatan terhadap Nenek Moyang: Melestarikan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas budaya Suku Sasak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Media Mikroba: Nutrient Agar (NA), Nutrient Broth (NB), EMBA, PCA, dan PDA

Teknik Isolasi dan Inokulasi Mikroba

Singang: Makanan Khas Pulau Sumbawa